Skip to main content

5 Trik Umum untuk Mencegah Kuman Ini Ternyata Tidak Efektif


 

sahabatkesehatan-Kuman penyakit memang ada di mana-mana. Selain menjaga daya tahan tubuh tetap optimal agar tidak mudah terserang penyakit, ada banyak trik yang bisa dilakukan untuk menghindari paparan kuman.

Misalnya, rutin membersihkan permukaan yang sering disentuh, menutup penutup toilet sebelum membilas atau  menyiram  toilet, dan sebagainya.

Namun, ternyata ada banyak cara menghindari kuman yang nyatanya tidak efektif. Apa saja? Berikut ini pembahasannya.  

1. Menggunakan lengan baju untuk membuka pintu kamar mandi

Biasanya banyak dilakukan di toilet umum, banyak orang yang tidak memegang langsung gagang pintu kamar mandi. Misalnya memegangnya dengan tisu atau menggunakan lengan baju supaya tidak menyentuhnya secara langsungLaporan StateFoodSafety , menggunakan pakaianmu sendiri, seperti lengan baju, untuk membuka atau menutup pintu sebetulnya tidak suka dalam menghindari paparan kuman. Pada dasarnya kuman yang menempel di pintu akan berpindah ke pakaianmu. Malah, saat pakaian tersebut menyentuh tanganmu, bakteri akan berpindah ke tanganmu. 

Yang disarankan adalah menggunakan benda sekali pakai, misalnya tisu.

2. Mengenakan sarung tangan di dalam ruangan

ilustrasi sarung tangan (pexels.com/Anastasia Zhanina)

Beberapa orang menggunakan sarung tangan di dalam ruangan untuk mencegah paparan kuman. Padahal, bahan dari sarung tangan cenderung bersifat menyerap, sehingga banyak bakteri dan virus bisa menempel di sana. Dan ketika kamu melepaskan dan memasang lagi sarung tangan, tangan akan berkontak dengan kuman, dan akan lebih berisiko lagi bila melepaskan sarung tangan dengan menggigit bagian ujung jarinya.sahabatqq

Menurut laporan dalam jurnal  Applied and Environmental Microbiology  tahun 2014, bahan kain disebut-sebut tidak steril dan dapat menampung banyak bakteri, karena keringat dan bakteri yang berpindah dari kulit.

3. Duduk di toilet tetapi tidak sampai menyentuh permukaan dudukan toilet

ilustrasi buang air kecil (pexels.com/KarolinaGrabowska)

Khususnya di toilet umum, beberapa orang mungkin menggunakan toilet duduk dengan cara duduk tetapi bokongnya tidak sampai menyentuh permukaan dudukan toilet. Namun, ternyata cara ini secara jangka panjang bukan hal yang baik.Menurut keterangan dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, menggunakan toilet duduk seperti itu bisa mencapai pengosongan kandung kemih. Bila dilakukan terus-menerus, ini bisa berakhir pada peningkatan risiko masalah kandung kemih.

4. Penerapan aturan lima detik

Ilustrasi kuman (beatascienceart.com)

Mungkin kamu adalah salah satu yang menganggap bahwa makanan yang jatuh kurang dari 5 detik, atau di Indonesia sendiri "aturan" yang berlaku adalah 5 menit, aman untuk tetap dimakan.

Faktanya, makanan yang jatuh sudah pasti mengandung kuman. Bakteri, virus, atau parasit bisa segera muncul begitu makanan menyentuh lantai, tanah, dan permukaan lainnya.Agen domino99

Tahun 2007, Clemson University, Amerika Serikat (AS), mengadakan penelitian untuk mencari tahu berapa banyak kuman yang hinggap di makanan yang jatuh. Dari situ ditemukan bahwa jumlah mikroorganisme yang menempel tidak bergantung pada seberapa lama makanan berada di suatu permukaan, tidak peduli apakah makanan tersebut jatuh selama 5 detik atau 5 menit.

Penelitian tersebut membuktikan bahwa saat makanan turun ke lantai, bakteri salmonela sekitar 48-70 persen langsung berpindah. Jumlah tersebut tidak berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. Yang mempengaruhinya adalah area tempat jatuhnya makanan. Misalnya, tanah dan aspal mengandung lebih banyak kuman dibandingkan lantai rumah dan meja.

Meski demikian, ada pula penelitian lain dari Aston University, Inggris, yang menemukan bahwa jumlah kuman makanan yang jatuh akan bertambah setelah melewati waktu 4 detik. Bahkan diperkirakan jumlahnya bertambah 10 kali lipat setiap menitnya.

Apalagi menurut laporan dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology tahun 2016, kuman dapat langsung menempel hanya dalam satu detik sejak makanan jatuh.  

5. Flush toilet dengan kaki

Ilustrasi toiet (pexels.com/KarolinaGrabowska)

Tombol pembilas toilet memang banyak terdapat bakteri, sehingga banyak orang yang ketika menggunakan toilet umum menggunakan kakinya untuk menekan tombol flush toilet. Akan tetapi, ternyata cara inilah yang turut menyumbangkan banyaknya bakteri di tombol flush toilet!    

Lantai kamar mandi dan bagian bawah sepatu adalah salah satu benda dengan kuman terbanyak. Jadi, jika kamu menekan tombol flush dengan sepatumu, tentu saja kuman di sepatu akan berpindah ke sana.  

Daripada menggunakan sepatu, tak apa menggunakan tanganmu untuk memencet tombol flush toilet, tapi jangan sampai lupa untuk mencuci tangan dengan sabun dan air setelahnya.  

Dilaporkan The Healthy , alasan lain untuk menghentikan kebiasaan ini adalah karena bakteri yang ingin Anda hindari di toilet sudah mati. Bakteri usus tidak bertahan lama di permukaan yang dingin seperti di toilet umum. 

Comments

Popular posts from this blog

6 Pilihan Makanan Sehat yang Perlu Dikonsumsi Setiap Hari

6 Cara Mudah Menjaga Gaya Hidup Sehat

9 Jus yang Bagus untuk Kulit: Bikin Glowing, Bebas Jerawat & Awet Muda