7 Bakteri Jahat dalam Tubuh dan Penyakit yang Ditimbulkannya
sahabatkesehatan-Tubuh manusia memiliki lebih dari triliunan bakteri yang sebagian besarnya hidup pada saluran pencernaan. Kabar buruknya, tidak semua bakteri dalam tubuh adalah bakteri baik. Terdapat pula beberapa jenis bakteri jahat yang sering menyebabkan penyakit.
Apa itu bakteri jahat?
Bakteri adalah makhluk hidup bersel tunggal yang hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop (mikroorganisme).
Beberapa bakteri hidup dalam tubuh manusia, misalnya pada kulit, mulut, atau sistem pencernaan. Ada pula bakteri yang tersebar di udara, air, tanah, atau lingkungan lainnya.
Secara garis besar, mikroorganisme ini dapat dibedakan menjadi bakteri baik dan bakteri jahat.
Bakteri baik merupakan sekumpulan bakteri yang mempunyai peran penting dalam membantu proses pencernaan dan penyerapan zat gizi dalam tubuh.
Sementara itu, bakteri jahat adalah bakteri yang lebih banyak berasal dari luar tubuh serta dapat mengakibatkan infeksi dalam tubuh manusia.
Untungnya, jenis bakteri jahat tidak terlalu banyak. Namun, saat tubuh terkena infeksi bakteri yang bersifat jahat, hal ini bisa menyebabkan penyakit dan bahkan kematian.sahabatqq
Jenis bakteri jahat yang sering menyebabkan penyakit
Berikut ini merupakan beberapa contoh bakteri jahat yang paling sering menginfeksi tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit.
1. Escherichia coli
Escherichia coli (E. coli) adalah jenis bakteri yang biasa ditemukan dalam saluran pencernaan.
Sebagian besar jenis bakteri E. coli tidak berbahaya atau hanya menyebabkan diare ringan. Namun, ada pula bakteri E. coli yang bisa menyebabkan infeksi usus serius.Agen domino99
Pada kelompok yang berisiko, seperti anak-anak, wanita hamil, dan lansia, infeksi E. coli bisa menyebabkan gagal ginjal yang mengancam nyawa (hemolytic-uremic syndrome).
2. Campylobacter jejuni
Selain akibat infeksi E. coli, gejala diare juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri Campylobacter jejuni.
Infeksi Campylobacter bisa terjadi setelah Anda mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang, air yang terkontaminasi, atau produk susu yang tidak dipasteurisasi.
Tidak hanya diare, seseorang yang terinfeksi bakteri jahat ini juga dapat mengalami gejala lain, seperti mual, muntah, kram perut, sakit kepala, dan demam.
3. Staphylococcus aureus
Bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus) umumnya hidup pada permukaan kulit dan hidung. Bakteri ini biasanya tidak berbahaya dan memicu penyakit serius.
Namun, terkadang, S. aureus bisa menyebabkan infeksi kulit, seperti bisul, abses, dan pustula.
Infeksi S. aureus juga mungkin masuk ke dalam darah atau jaringan tubuh. Kondisi ini berisiko menyebabkan toxic shock syndrome yang mengancam nyawa.
4. Streptococcus pyogenes
Streptococcus pyogenes atau juga disebut Streptococcus grup A adalah jenis bakteri jahat yang dapat menginfeksi dan menyebabkan strep throat.
Peradangan tenggorokan akibat bakteri ini membuat tenggorokan terasa terganjal, gatal, dan kering. Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak berusia 5–15 tahun.
5. Clostridium difficile
Clostridium difficile (C. difficile) merupakan bakteri yang dapat menyebabkan diare hingga peradangan pada usus besar. Infeksi C. difficile umumnya terjadi setelah penggunaan antibiotik.
Infeksi bakteri ini umumnya menyerang orang berusia 65 tahun ke atas dan orang yang dirawat di rumah sakit atau fasilitas perawatan jangka panjang.
6. Listeria monocytogenes
Bakteri Listeria monocytogenes menyebar ke manusia lewat konsumsi makanan, seperti produk susu yang terkontaminasi dan daging yang kurang matang.
Infeksi bakteri jahat yang juga disebut listeriosis ini berisiko bagi ibu hamil dan janin. Hal ini bisa menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, dan bahkan bayi lahir mati.
Risiko terjadinya listeriosis juga lebih besar pada seseorang dengan sistem imun yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS.
7. Bacillus anthracis
Bacillus anthracis adalah jenis bakteri jahat yang bisa menyebabkan penyakit antraks (anthrax). Infeksi bakteri ini bisa memengaruhi kulit, paru-paru, dan saluran pencernaan.
Seseorang bisa mengalami antraks bila bersentuhan dengan hewan yang terinfeksi atau produk hewan yang terkontaminasi. Perlu diingat, bakteri ini tidak menular antarmanusia.
Comments
Post a Comment